PIMA INDONESIA IKUT MERAYAKAN HUT TNI AL KE 79

PERS RILIS HUT TNI AL KE 79 PIMA INDONESIA turut serta mengikuti parade kapal KRI dan kapal Nelayan. Pada tgl 10 Sept 2024 PIMA Indonesia ikut meramaikan parade kapal KRI Banda Aceh dengan mengirim 250 orang pengurus PIMA dan masyarakat maritim. Mengirim 21 kapal nelayan untuk ikut serta berparade dalam kegiatan ini. Acara ini merupakan pertama kali HUT TNI AL di adakan di atas kapal KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat yg dipimpin panglima TNI Jenderal TNI H. Agus Subiyanto, S.E., M.Si Sebanyak 33 kapal KRI yg ikut dalam parade ini.
Peringati 32 Tahun Pengabdian, TNI-AL (AAL38) Gelar Baksos Persada 92

Dalam rangka memperingati 32 tahun pengabdian Persaudaraan, AKABRI 92 (Persada 92) menggelar Bhakti Sosial, (25/8) di Pelelangan Ikan Muara Angke, Jakarta Utara. Menurut Ketua Persaudaraan 92 (AAL 38), Laksda TNI Achmad Wibisono, Kegiatan Baksos TNI-AL (AAL 38) bersama PIMA Indonesia itu berupa pemeriksaan kesehatan dan pemberian obat-obatan gratis, pemberian kacamata gratis dan pembagian Sembako. Selain itu, sebut Achmad Wibisono, juga ada aksi donor darah, pemberian makan gratis bergizi bersama Masyarakat insan maritim dan TNI-AL, serta panggung hiburan. Dalam sambutannya, ia juga mengatakan sangat berterima kasih atas kerjasama dan partisipasi PIMA Indonesia dalam kegiatan bakti sosial ini. “Kami berharap, PIMA Indonesia akan makin berkembang dan ada di seluruh wilayah Indonesia,” sebutnya. Sementara itu, dalam kegiatan tersebut tampak antusiasme masyarakat begitu besar, terutama yang mengikuti pengobatan pemeriksaan kesehatan gratis. Hal itu terlihat dari panjangnya antrean. Menanggapi hal itu, Harnoto selaku Ketum PIMA mengatakan, kegiatan ini dirasakan sangat bermanfaat bagi masyarakat. Dalam rangka pengabdian AAL 38 selama 32 tahun ini, imbuh Harnoto, tidak hanya memberikan bantuan materiil, tetapi juga mempererat ikatan sosial dan kemanusiaan di antara masyarakat maritim dan anggota TNI. “Sungguh suatu pengabdian yang luar biasa kepada masyarakat dan negara kesatuan RI,” ujarnya. TNI-AL melalui asisten potensi maritim (Aspotmar) TNI-AL, sebut dia lagi, sesuai tugasnya adalah selaku Pembina PIMA Indonesia. “Merupakan suatu kebanggaan yang luar biasa PIMA bisa bersinergi dengan TNI-AL, khususnya AAL 38 Angkatan 1992 dalam melakukan bakti sosial kepada masyarakat Maritim, khususnya di Muara Angke pada hari ini,” pungkasnya. Sementara itu, Eric Hans, selaku Ketua Seksi OKK menyampaikan bahwaPIMA Indonesia ini merupakan wadah untuk masyarakat maritim di seluruh Indonesia. “Saat ini, PIMA sudah memiliki 6 Dewan Perwakilan Wilayah (DPW), yaitu Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bangka belitung, Nusa tenggara Timur, dan Maluku,” terangnya. Dalam waktu dekat ini, kata dia, akan segera dibentuk 4 DPW baru, yaitu Riau, Kepri, Kalimantan Barat dan Sulawesi Utara. “PIMA Indonesia juga akan turut berperan aktif dalam membantu untuk kemajuan kemaritiman di Indonesia,” pungkasnya. (**) Peringati 32 Tahun Pengabdian, TNI-AL (AAL38) Gelar Baksos Persada 92 – WARTA ANDALAS (topten-news.com)
Mayjen (purn) Drs. Sidarto Danusbroto S.H. anggota Wantimpres menerima audiensi PIMA Indonesia

Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Sidarto Danusubroto didampingi Sekretaris Anggota Sudiman Tarigan, Staf Ahli Triana Dewi Seroja dan Kris Tjantra, menerima audiensi Pengurus Perkumpulan Insan Maritim Andalan (PIMA) yang dipimpin Ketua Umum Harnoto, Kamis 15 Agustus 2024 di kantor Wantimpres. PIMA adalah sebuah organisasi yang berdiri untuk mendorong dan memajukan pengembangan dunia Maritim di Indonesia dengan visi untuk mewujudkan masyarakat kelautan dan perikanan yang sejahtera dengan sumber daya kelautan dan perikanan yang berkelanjutan serta peningkatan kontribusi sektor perikanan terhadap Pendapatan Domestik Bruto Nasional. Dalam diskusi disampaikan berbagai permasalahan yang terkait dengan perikanan dan sumber daya kelautan di Indonesia. Berdasarkan data FAO tahun 2022, Indonesia memiliki wilayah yang berpotensi sebagai sumber daya perikanan yaitu sebesar 26.606.000 ha. Potensi sumber daya ikan (SDI) mencapai 12,01 juta ton per tahun yang berada di 11 wilayah pengelolaan perikanan (WPP). Potensi sumber daya perikanan yang besar di Indonesia, tentunya membutuhkan perhatian khusus dalam proses pengelolaan. Potensi ini belum dapat dikelola secara baik dan maksimal karena berbagai kendala. Sehubungan dengan hal tersebut, perlu dicari solusi agar potensi perikanan dan sumber saya kelautan di Indonesia dapat dimanfaatkan secara optimal sumber : Sidarto Danusubroto menerima Audiensi dari PIMA – Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres)
Perkumpulan Insan Maritim Andalan Hadir Mendorong Pengembangan Maritim Di Indonesia

Jakarta – Perkumpulan Insan Maritim Adalan (PIMA) berdiri untuk mendorong dan memajukan pengembangan dunia Maritim di Indonesia dengan visi untuk mewujudkan Masyarakat kelautan dan perikanan yang sejahtera dengan sumber daya kelautan dan perikanan yang berkelanjutan serta peningkatan kontribusi sektor perikanan terhadap Pendapatan Domestik Bruto Nasional. Harnoto dan Rustam, masing-masing resmi dilantik sebagai Ketua Umum dan Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Perkumpulan Insan Maritim Andalan (PIMA) yang berpusat di Jakarta Barat, DKI Jakarta. Keduanya resmi dilantik oleh Ketua Dewan Penasihat, Tjandra Setiadji didampingi Mayjen TNI Dr. Hermanto, Aspotmar KASAL, mewakili KASAL TNI-AL Dr. Muhammad Ali, S.E.M.M, M.Tr. Opsla dengan penyerahan bendera pataka PIMA dan dikukuh oleh Ketua Pengawas, Helex Wirawan dengan penyerahan Surat Keputusan Pengangkatan, di Fortune Star Restaurant, Jakarta Barat, Minggu tanggal 05 Mei 2024. Acara pelantikan diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Lagu Mars Maritim, seluruh hadirin merasakan getaran semangat saat mendengarkan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars Maritim dengan diirigi oleh Alvina Sandiko, gerakan tangan dirigin mengiringi panduan suara anggota PIMA, sehingga menghentakan jiwa hadirin. Acara pelatikan DPP PIMA juga dihibur oleh artis local Lya Victor dan Musik Tradisional dari Sekolah Musik Hong Hua. Ketua Panitia, Agus Arifin dalam sambutannya melaporkan acara ini dihadirin oleh lebih dari 500 insan maritim dan tamu undangan tokoh Masyarakat dari berbagai organisasi antara lain dari Club Perikanan, Perkumpulan Bu Bu Gao, Ikatan Alumni Perguruan Wahidin (IAPW), Alumni Bintang Laut, Alumni Methodist, Alumni Setiabudi, Ikatan Keluarga Besar Masyarakat Rohil di Jakarta, Perkumpulan Jin Jiang Indonesia, Yayasan Tunggal Andal (Tung An), Yayasan Marga Ang Rohil di Jakarta, Himpunan Persaudaraan Tionghao Rokan Hilir, Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia, Forum Muara Angke dan Forum Muara Baru, Media cetak dan Media Online, Pejabat Pemerintah dan seluruh Pengurus PIMA. Mayjen (Purn) Drs Sidarto Danusubroto, SH, anggota Wantimpress menyambut baik terbentuknya PIMA, mengharapkan PIMA berjaya dan turut memberi kontribusi untuk menjadikan Indonesia menuju sebagai polos maritim dunia. Dalam mewujudkan cita-cita Indonesia sebagai Polos Maritim Dunia, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, diperlukan peran serta berbagai pihak, baik pemerintah pusat dan daerah, masyarakat dan dunia usaha Maritim, organisasi kemasyarakatan seperti PIMA,” paparnya. Mayjen TNI Dr. Hermanto, Aspotmar KASAL, mewakili KASAL hadir dalam acara Deklarasi dan Pelantikan Pengurus PIMA, TNI AL dalam menjaga stabilitas dan keamanan maritim di Kawasan dalam mewujudkan gagasan polos maritim dunia. Dinas Pembinaan Potensi Maritim TNI AL (Dispotmaral) merupakan Badan Pelaksana Pusat TNI Angkatan Laut yang berkedudukan langsung dibawah Kasal, bertugas menyelenggarakan pembinaan fungsi dan pelaksanaan kegiatan pembinaan potensi di bidang maritim, sangat menghormati Upaya yang akan dilakukan PIMA dalam kendukung penyiapan sumber daya manusia bidang kemaritiman yang profesional, berdaya saing global, diharapkan agar pengurus PIMA memiliki dedikasi tinggi dan mampu mengedepankan kepentingan nasional, tutur Aspotmar KASAL. Indonesia merupakan negara Indonesia di dunia yang memiliki 17 ribu pulau dan pajang garis Pantai lebih dari 108 ribu kilometer. Indonesia juga memiliki kekayaan hayati laut yang besar di dunia. Dengan potensi tersebut sudah selayaknya Indonesia menjadi poros maritim dunia. Kita wajib memberdayakan potensi maritim untuk pertumbuhan ekonomi yang lebih merata dan untuk meningkatkan nilai tambah serta mempersatukan negara kita Indonesia, karena laut adalah tempat kita para insan maritim bersandar hidup, papar Harnoto Ketum PIMA. Ketua Umum PIMA, Harnoto dalam sambutannya mendeklarasikan pendirian Perkumpulan Insan Maritim Andalan (PIMA) yang didirikan dengan Akta Notaris Nomor 8 tanggal 8 Maret 2024. Pelantikan DPP PIMA yang berpusat di Jakarta juga dirangkai dengan pemberian 6 Surat Mandat agar dapat langsung bekerja cepat membentuk Dewan Pimpinan Wilayah, terdiri dari Wilayah Jawa Tengah, Wilayah Jawa Timur, Wilayah Bali, Wilayah Maluku, Wilayah NTT, Wilayah Riau dan Kepri, Wilayah Bangka Belitung, Wilayah Kalimantan Barat dan Sulawesi Utara, ujar Harnoto PIMA siap menjadi partner pemerintah, PIMA siap menjadi sayap pemerintah dan PIMA siap menjadi jembatan aspirasi insan maritim dan pemerintah, ucapkan Harnoto saat mengakhiri sambutannya. Dalam mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia, harus mencanangkan kekuatan utama dalam mewujudkan cita-cita Indonesia sebagai poros maritim dunia. Membangun kembali budaya maritim, membangun industri perikanan dengan menempatkan nelayan sebagai pilar utama. Membangun fasitas pelabuhan laut yang baik, untuk mencegah maraknya kebakaran kapal ikan membangun SDM yang handal dan pelatihan tentang perikanan, membangun kekuatan pertahanan maritim. Mengingkat indonesia memiliki ribuan pulau dan panjang pantai yang sangat luas, ujar Andy Tjandra Setiadji selaku Ketua Penasihat PIMA. Tujuan PIMA adalah untuk meningkatkan keberdayaan, kolaborasi dalam ekosistem komunitas kemaritiman untuk menciptakan nilai tambah dalam mengelola laut, melaui sumber daya manusia bidang kemaritiman yang professional dan mampu mengedepankan kepentingan nasional serta Memupuk dan mempererat hubungan silaturahmi dan rasa persaudaraan serta rasa kekeluargaan seluruh anggota maritim untuk mewujukan persatuan dan kesatuan serta meningkatkan potensi kelautan Indonesia, tutur Helex Wirawan selaku Ketua Pengawas PIMA, Sekjend PIMA, Agus Arifin menambahkan bahwa PIMA Bergerak dalam bidang sosial, ekonomi dan budaya dalam rangka meningkatkan kesejahteraan bersama;, membicarakan dan memecahkan masalah-masalah yang dihadapi, memperjuangkan kepentingan-kepentingan anggotanya kepada pemerintah dan pihak-pihak lain dan ikut berperan serta mengembangkan sumber daya untuk memajukan perekonomian anggota khususnya dan Indonesia pada umumnya serta berperan aktif dalam pengembangan dan mempertahankan budaya bahari bagi keberlanjutan kehidupan masyarakat Indonesia yang kaya akan keanekaragaman budaya dan Bahari; Saya yakin PIMA dapat membangun solidaritas dan persatuan dan persatuan insan maritim dari seluruh pesisir di Indonesia. PIMA adalah wadah manusia-manusia pemikir untuk kemajuan bangsa, tanpa mau dipecah-belah oleh siapa pun. Mari kita manfaatkan kualitas dan kompetensi PIMA untuk kemajuan pembanguan Maritim Indonesia,” ucap Awie Rustam selaku Wakil Ketua Umum. Brigjen. Pol. Dr. Drs. Yehu WangsaJaya, M.Kom, yang dikenal dengan Jenderal Bersahaja, anggota Dewan Pembina, memaparkan laut Indonesia adalah Lumbung Pangan, dengan luas 70 persen dari total wilayah Indonesia memiliki potensi perikanan melimpah. Dengan potensi perikanan yang melimpah, kita harus berupaya menjadikan ikan sebagai produk pangan utama bagi Masyarakat. Indonesia merupakan negara penghasil ikan tuna terbesar di dunia dan merupakan salah satu komunitas ekspor unggulan yang memenuhi 16 persen kebutuhan dunia, sayangnya, penangkapan secara (illegal fishing) dan melebihi batas (overfishing) membuat beberapa jenis ikan terancam punah. Mari kita wujudkan visi PIMA untuk mewujudkan Masyarakat kelautan dan perikanan yang Sejahtera dengan sumber daya kelautan dan perikanan yang berkelanjutan dan peningkatan sektor perikanan sebagai lumbung pangan, ucapkan Yehu. Dalam acara deklarasi dan pelantikan pengurus DPP PIMA juga dibagikan 10
Ucapan selamat untuk PIMA Indonesia

Ucapan Selamat untuk Perkumpulan Insan Maritim Andalan (PIMA) Indonesia dalam acara deklarasi dan pelantikan pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Perkumpulan Insan Maritim Andalan (PIMA) Indonesia pada tgl 5 Mei 2024 di Fortune Star Restaurant.